Sebelum melanjutkan untuk membaca, disua pertama... selamat datang di bumi semesta fiksi navaenra. Dunia yang tercipta di antara banyak kehilangan, penyesalan dan kegagalannya, yang mungkin barangkali tulisan di rumah kecil ini terkadang tidak sesuai dengan harapan di kepala. Walaupun begitu, selamat bersemesta meski pada akhirnya patah hati juga.

Cara Membaca Tulisan Navaenra:

01.   Untuk menjaga keberlangsungan rumah kecil ini di masa depan supaya terus terjaga, dan demi menyelesaikan misi untuk menulis kisah sedih lainnya dari bumi Kyoto, Hallstatt dan Suwon yang cukup jauh dari nusantara. Maka dari itu, navaenra ingin meminta maaf kepada kawan pembaca… karena untuk menemui semestanya kini tidak bisa semudah dahulu kala. Ada sedikit kerelaan yang harus sisihkan juga. Dengan berat hati navaenra memutuskan pada beberapa cerita dalam semesta ini akan mulai diberlakukan layanan berlangganan sebesar koin navaenra.

02.   Membaca tulisan navaenra bisa dilakukan dengan dua cara:

a.      Melalui alur dari sebuah utas di Twitter/X (Kawan pembaca bisa mengikuti cerita navaenra dengan sudut pandang yang lebih lengkap, karena terdapat beberapa potongan foto atau pun video sebagai pendukung dalam cerita)

b.      Membaca langsung ke laman navaenra.com tanpa mengikuti utas di Twitter/X (Hal ini bisa kawan pembaca lakukan juga, hanya saja tanpa ada pendukung cerita dari sebuah unggahan foto/video, tetapi tanpa mengurangi esensi isi di dalam cerita)

03.   Membaca melalui sebuah utas di Twitter/X:

a.      Silakan kawan pembaca bisa memilih cerita yang ingin dibaca melalui postingan yang sudah disematkan pada Twitter/X @navaenra atau mengunjungi pada katalog Padlet ini.

b.      Di dalam katalog Padlet yang disematkan sudah terbagi ke dalam beberapa kategori; Berceritera (Sebuah cerita dengan kisah yang lebih panjang), Beraksara (Sebuah cerita pendek yang bisa dibaca dalam sekali duduk), dan Berbahasa (Sebuah kisah yang dituangkan dalam wadah suara)

c.      Bila sudah menemukan cerita yang ingin dibaca. Silakan bisa mengikuti alur dari bagian kepala utas cerita hingga bagian terakhirnya.

d.      Pada bagian ketika memasuki bab narasi, jika kalian menemukan sebuah postingan dalam utas berisi link trakteer.id. Silakan mengunjungi ke link tersebut untuk  berlangganan koin navaenra dan mendapatkan link narasi dan password bab cerita di laman navaenra.com.

04.   Membaca langsung dari laman website navaenra:

a.      Silakan kunjungi laman navaenra.com.

b.      Pilih cerita yang ingin kalian baca dalam Menu Navaenra Sajian.

c.      Terdapat tiga kategori di dalam menu sajian navaenra.

        Berceritera

        Beraksara

        Berbahasa

e.      Bila sudah memilih kategori dari Berceritera dan Beraksara yang ingin dibaca. Silakan pilih judul cerita. Di halaman depan nanti, akan terlampir dari Prolog, Bab Cerita dan mungkin sampai dengan Epilog, bila cerita sudah selesai.

f.      Sebelum kalian menuju ke Prolog/Bab 1 kalian akan dihadapkan dengan sebuah kata sandi untuk membukannya. Untuk mendapatkan kata sandi tersebut silakan mengunjungi halaman trakteer.id atau link yang sudah disediakan di sana dengan berlangganan koin navaerna..

c.      Lalu pilih bab cerita mana yang ingin kalian baca.

05.   Membaca melalui Twitter/X atau pun melalui website secara langsung akan mendapatkan freepass atau layanan gratis untuk mengakses cerita pada Prolog dan beberapa bab awal cerita. Sedangkan di bab selanjutnya, akan dikenakan layanan berlangganan koin navaenra sesuai masing-masing cerita.

 

Ps: Disarankan lebih baik membaca melalui cara pertama dengan mengikuti utas di Twitter/X, bukan hanya karena alur cerita lebih lebih lengkap dan terstruktur karena didukung dengan foto dan video pendukung, membaca melalui alur Utas di Twitter/X akan jauh lebih mudah dipahami, dan untuk memungkasinya silakan terlebih dahulu kawan pembaca untuk membuat akun trakteer.id bila belum memiliki.


Sekian, cara sederhana—yang ternyata tidak sesederhana itu untuk menjelaskannya. Semoga bisa dipahami, walau kadang memang sesulit untuk mengerti perasaan sedniri atau pun pujaan hati.


Salam, enam belas di bulan ketujuhnya duapuluh empat, ini navaenra dengan segala kekurangannya.

error: Content is protected !!